Monday , November 19 2018
Home / Berita Terbaru / Yuk, Dampingi Anak Kita 20 Menit!

Yuk, Dampingi Anak Kita 20 Menit!

hut_nikah

PKS Subang – Tindak kekerasan seksual yang kian marak menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak. Berbagai kecaman dikemukakan, selain juga munculnya sejumlah gerakan moral. Kali ini, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak meluncurkan “Gerakan 20 Menit Orangtua Mendampingi Anak”. Gerakan yang akan dilaksanakan pada 20 Mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada pukul 18.30-18.50 dilakukan secara serentak di Jawa Barat. “Gerakan ini sebagai pemicu untuk revitalisasi, mengingatkan kembali bahwa orangtua harus mendampingi anak, melihat proses kembang tumbuh anak sehingga 20 menit ini akan bermakna,” kata Ketua P2TP2A Jabar, Netty Prasetyani Heryawan, di Bandung, Jumat (16/5/2014).

Menurut dia, berbagai kasus kekerasan yang terjadi dan menimpa anak-anak tidak bisa dilepaskan dari peran dan pola pengasuhan orangtua terhadap anaknya Para pelaku tindakan kekerasan atau pidana lainnya bahkan diketahui memilik latar belakang permasalahan dengan pola asuh orangtua. Korban kekerasan pun sebagian besar adalah anak yang di rumahnya tidak mendapat kasih sayang memadai dari orangtuanya. ”Jadi ada kaitan erat kerapuhan keluarga, lemahnya pengasuhan orangtua berpengaruh positif terhadap kasus kekerasan,” katanya.

Dalam pelaksanaan Gerakan 20 Menit Orangtua Mendampingi Anak ini, menurut Netty, ribuan orang yang terdiri atas kader PKK, penggerak desa, penggerak PAUD, serta mitra binaan lainnya akan melakukan sosialisasi dan pendampingan. Agar kegiatan bisa diikuti secara massal oleh masyarakat sehingga timbul kesadaran kolektif dan masif. “Ada 625 pendamping PKK, 2.000 penggerak desa, penggerak PAUD, Himpaudi, mitra pembinaan dan program. Mereka diberi amanah untuk serentak melakukan pendampingan tepat pada pukul 18.30-18.50 pada 20 Mei,” ujarnya. Berbagai pilihan, menurut Netty, bisa dilakukan bagi para orangtua untuk melakukan gerakan ini. Bisa dengan makan malam bersama, mendampingi anak belajar, mengaji bersama, mendengarkan keluh kesah anak, menyatakan sayang, atau sekadar mendekap anak dengan penuh kasih sayang. (Nuryani/”PR”/ahmadheryawan.com)

Sumber: Harian Pikiran Rakyat – Sabtu, 17 Mei 2014

This Post Has Been Viewed 45 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *