Home / Berita Terbaru / Rp 3 Triliun untuk Berdayakan Masyarakat Jabar

Rp 3 Triliun untuk Berdayakan Masyarakat Jabar

prestasi ahmad heryawan

BANDUNG, (PRLM).- Lebih dari Rp 3 triliun sudah dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat di Jawa Barat sejak tahun 1998 hingga 2011. Anggaran yang persisnya. senilai Rp3.375.325.000.000,- itu dialokasikan dalam Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak tahun 1998 yang kemudian berganti nama menjadi Program Nasional dan Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan sejak 2007.

 Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan program bantuan dan pemberdayaan masyarakat dijalankan untuk menciptakan kemandirian ekonomi. “Program ini memberikan kail kepada masyarakat supaya kemandirian ekonomi bisa tercipta,” katanya usai Rapat Koordinasi (Rakor) dan Temu Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Jabar 2012 di Gedung Pakuan, Jln. Oto Iskandardinata Kota Bandung, Senin (27/2).

Dengan anggaran lebih dari Rp3 triliun itu, PPK/PNPM Mandiri Perdesaan telah mendanai 25 kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang. Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang digunakan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana pedesaan menghabiskan Rp 1.654.217.082.312.

Untuk kegiatan ekonomi, kegiatan PNPM seluruhnya menghabiskan Rp 438.717.284.347.
Kegiatan PPK/PNPM juga ada yang diarahkan untuk kegiatan pendidikan yang menggunakan anggaran senilai Rp141.065.697.500 dan kegiatan bidang kesehatan senilai Rp51.087.948.610. Pelaksanaan kegiatan PPK/PNPM itu juga menggunakan biaya operasional yang menghabiskan lima persen dari BLM.

Selain PNPM yang merupakan program pemerintah pusat, Heryawan mengatakan, pemperintah pusat dan pemprov juga menyediakan program lain. Bila ada masyarakat yang tidak mendapatkan program itu, maka program seperti kredit usaha rakyat (KUR), kredit cinta rakyat (KCR), dan berbagai bantuan sosial bisa dimanfaatkan.

Dikatakan Heryawan, rakor itu bisa menjadi momentum strategis pelaku PNPM untuk mengevaluasi kegiatannya selama ini. Selain itu, dari hasil evaluasi, para pelaku juga bisa mempersiapkan pelaksanaan 2012.

Namun, saat ditanya apakah berbagai program itu sudah berhasil mengentaskan kemiskinan di Jabar, Heryawan malah mengatakan masih perlu ada integrasi data. Utamanya data real lapangan mengenai masalah apa saja yang terselesaikan.

Ia menyatakan, dari berbagai program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, pasti ada persambungan satu sama lain. “Ada berbagai data yang cara hitungnya berbeda, tapi pasti di lapangan terjadi menyambung satu sama lain,” katanya. (A-160/A-26)

Sumber: Pikiran Rakyat Online – Selasa, 28 Februari 2012

This Post Has Been Viewed 43 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *