Friday , December 15 2017
Home / Berita Terbaru / Resume Bincang Bisnis Bersama Ustad Al Fatmi

Resume Bincang Bisnis Bersama Ustad Al Fatmi

Assalaamu’alaikum, ikhwah fillah PPKS Subang, alhamdulillah secara resmi komunitas PPKS Subang, tgl 4 januari kmrn telaah dibentuk. Salah satu acaranya ada taujih dari ustad Al Fatmi, ana mau share kan resume dari taujih kemarin :

Bincang Bisnis dengan Ustad Al-Fatmi
Tema : Mewujudkan Mimpi-mimpi Bisnis dengan Dakwah
Ahad 4 Januari 2015, Mesjid Nayifah DPD PKS Subang

Resume :
5 MODEL PENDUDUK NEGARA
1. Bicara sedikit kerja banyak (jepang)
2. Kerja sedikit banyak bicara (india)
3. Bicara sedikit kerja sedikit/ pahe (afrika)
4. Banyak bicara banyak kerja (amerika)
5. Lain yang dibicarakan lain juga yang dikerjakan (indonesia)

AQIDAH BISNIS
– Luruskan sudut pandang terhadap uang >> rizki
– Seberapa besar harapan kita kepada Allah, sebesar itu Allah berikan
– Dalam project dakwah tidak ada dana di depan
– Pertolongan Allah biasanya ada di tengah dan di akhir
– Fokus = sepenuh perhatian
– Dakwah dan bisnis, dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan
– Bukan berapa banyak waktu yang kita butuhkan, tapi dari waktu yang ada seberapa – banyak bisa kita manfaatkan
– Dawah dan bisnis diibaratkan dengan 2 ransel yang berbeda. Klo kita hanya fokus   dengan mengisi satu ransel saja dengan ketika kita pake pasti akan condong ke satu sisi, tapi klo kita isi keduanya dengan seimbang, maka akan tegap kita. Itulah tawazun.
– Jangan kita merasa dawah itu jadi beban, ada beberapa orang yang memetuskan untuk berhenti dulu dari dawah dengan alasan ingin membesarkan bisnis, tapi ternyata akhirnya bisnis ga maju, dawah ketinggalan, malah orang yang masih berdakwah bisnsinya bisalebih maju.
– Dakwah itu kita ibaratkan nandur (nanam mundur)padi. Ketika nandur kita akan menemukan ikan atau belut, jangan sampai ikan atau belut itu mengalihkan perhatian kita dari tugas utama kita, karena ingin dapet ikan atau belut, maka diinjak-injaklah hasil nandur kita sebelumnya.

KOMUNIKASI BISNIS
– Cara kita berkomunikasi harus dijaga, untuk beberapa orang tidak ada yang salah dari isi pembicaraan, namun yang sering jadi masalah adalah bagaimana kita menyampaikan isi pembicaraan keapada pelanggan kita.
-Jangan sampai ketika menghadapi pelanggan cemberut, tidak ada senyuman, bisa lari itu pekanggan

MEMULAI BISNIS
– Dalam bisnis, sesekali kita anti teori (ilustrasi : orang mau mandi)
– Jeburin bisnis dulu, coba aja dulu.
– Sukses dan gagal itu beda tipis, perbedaannya ada pada AQ (advertisy question = kecerdasan daya tahan).
-Orang berhasil itu, gagalnya berubah-ubah. Bukan pada hal yang sama

KECERDASAN BISNIS
– Kita harus cerdas mencari tambahan ekonomi, tidak mesti kita harus berhenti sebagai seorang pegawai/ karyawan
– Dimana kita berdiri/ link, disitulah kita berbisnis
– Sebelum buka toko, pastikan potensi buyer, pasar dan potensi penjualan
– Mapping potensi bisnis
– Kalau bisnis, kita harus jadi anak gaul
– Kita lihat posisi kita, jangan mudah ikut-ikutan
– Yang hebat dari orang-orang Turki adalah kuatnya berinfaq
– Pembagian rampasan perang : 20% Allah dan rasul, 20% pasukan berjalan kaki, 60% pasukan berkuda, dari ganimah itu mereka masih diharuskan mengeluarkan zakat 20% untuk ghanimah.
– Mereka yang berjuang dengan nyawa saja masih harus mengeluarkan zakat, kita yang  relatif aman harusnya bisa lebih besar mengeluarkan infak nya
– Kuat itu sesungguhnya secara maknawi, bukan jasadi
– Apa yang kita dapatkan selama ini (materi) bukan dari keberhasilan bisnis tapi dari konsistensi kita berdakwah.
– Jangan pernah berfikir untuk membesarkan diri, tapi besarkanlah dawah ini, ketika jamaah besar, kita akan ikut besar karena kita ada didalamnya.

TANYA JAWAB
Q : Memaknai bisnis yang berkah itu seperti apa? Ketika ada stigma bisnis ‘dianggap’ kurang berkah kita harus bagaimana?
A : “jangan pernah kita bahas BAB Allah (berhasil, gagal, untung, rugi) bab kita adalah usaha”
Terjun ke dunia bisnis, jangan tinggalkan pekerjaan utama sebagai seorang da’i.

2. Konotasi bisnis ikhwah (mahal dan gak bener)
“kalau bukan kita siapa lagi, didorong untuk profesional, disepakati akadnya”

3. Bisnis MLM, seperti apa?
“Saling menghargai saja, yang penting adalah membuka pasar dan relasi.” Sales : seni meyakinkan orang lain.

4. Tentang permodalan?
“Usaha = upayakan jangan pakai hutang. Cash aja. Kalau kesulitan modal, coba simboisme mutualisma.”
“Modal utama = trust dan bertanggung jawab,  Track record/ reputasi adalah mahal”
“Yang paling berat adalah kehilangan kawan, pelanggan dan customer”
“Bisnis itu seharusnya growth (tumbuh), jangan langsung berharap besar, ada tahapan yang harus dilalui”

5. Apakah yang harus lebih didorong selain motivasi bisnis, apakah ketrampilan/ skill bisnis atau yang lainnya?
“Bab ekonomi jangan terlalu serius, yang serius adalah bab dakwahnya, semakin kita kuat di dakwah, maka bisnis akan semakin berkah, keberkahan adalah milik Allah yang menjadi rahmat bagi kita semua. Seberapa besar kita berharap kepada Allah, sebesar itulah yang kita dapatkan. Seberapa yakin kita? Bahwa dakwah lah yang akan menjadikan bisnis kita menjadi sukses dan berkah, ini kembali kepada kekuatan aqidah kita dalam berbisnis. Sebaik-baik muamalah adalah dengan Allah SWT.” [amw]

Wallahu’allam bisshawaab.

This Post Has Been Viewed 132 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *