Thursday , February 22 2018
Home / Berita Terbaru / Netty Heryawan: Darurat Pedofilia Di Jawa Barat Harus Ada Solusi

Netty Heryawan: Darurat Pedofilia Di Jawa Barat Harus Ada Solusi

Netty Heryawan

PKS Subang – Netty Prasetyani selaku pembicara yang juga sebagai ketua Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan Perempuan dan anak tersebut menyampaikan hal penting terkait Jawa Barat adalah darurat Pedofilia, walaupun baru terdengar kasus tersebut di Kota Sukabumi.

“Kita harus mencari solusi, tidak hanya sekedar mengutuk pelaku kejahatan seksual,” itulah kutipan Netty Prasetyani istri dari gubernur Jawa Barat ketika mengisi acara Sosialisasi Gerakan 20 Menit Orang Tua Mendapingi Anak, di Balai Asri PUSDAI Jawa Barat, Jumat (16/5)

Dalam gerakan 20 menit nanti, diharapkan terlaksana pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), yang meliputi 380 di lingkungan sosial, 139 di lingkungan keluarga dan 121 di lingkungan sekolah.

“Tentu kita harus didefinisikan ulang, tentang gerakan 20 menit,” tegas sang istri Gubernur Jawa Barat.

Menurut Kominfo saat ini Indonesia merupakan surga pornografi ke 3 dunia, teknologi, gadget yang tidak terkontrol sehingga pemakai bisa mengakses pornografi bahkan tidak sengaja, dari sana.

“Imbasnya obat penenang, penculikan dan bujuk rayu uang,” tambah Netty ketika memaparkan dampak teknologi yang mulai dari kehilangan nyawa sampai trauma berkepanjangan.

Netty memaparkan bahwa, rata-rata 75% pelaku kejahatan dalam berbagai bidang: narkoba, kekerasan, pencurian dst, adalah yang tidak pernah mendapat kasih sayang ayahnya.

“Orang yang menjadi predator seksual ini adalah orang yang tidak mendapat kasih sayang bapaknya,” ungkapnya, dan beliau juga menjelaskan bahwa tanggung jawab pengasuhan bukan hanya milik ibunya, tapi juga bapaknya.

Oleh karena itu Pemprov Jabar membuat fungsi pengasuhan yang baik dengan berbasis masyarakat serta peningkatan Peran pengasuhan yakni orang tua, lembaga masyarakat, organisasi pemuda, pendidik, tokoh agama dan media.

“Pemprov Jabar juga sudah membuat solusi-solusi teknis penanggulangan penyuluhan pada posyandu, buletin Jum’at dan media-media lainnya,” katanya.

Gerakan ini akan dimulai pada 20 Mei yang akan datang atau bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan ditutup pada 22 Desember pada peringatan Hari Ibu.

“Pada 20 Mei semua unit pelaksana pemerintah, dari RT, RW sampai gubernur akan membunyikan sirine, kentongan dan lain-lain sebagai tanda dimulainya gerakan ini,” pungkasnya Acara tersebut mendapat respon yang positif dari para peserta dan tamu undangan.

Sosialisasi Gerakan 20 Menit tersebut juga dihadiri oleh kepala dinas kesehatan, kepala dinas kesejahteraan rakyat, kepala dinas pendidikan dan para ketua PKK Kota/Kabupaten Se Jawa Barat. [aa/hs/pksciktim.org]

Sumber: http://www.pksciktim.org/2014/05/netty-heryawan-darurat-pedolifia-di.html
[pksciktim.org]

Sumber: http://www.pksciktim.org/2014/05/netty-heryawan-darurat-pedolifia-di.html
[pksciktim.org]

This Post Has Been Viewed 32 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *