Friday , December 15 2017
Home / Berita PKS / Memahami Peran Strategis Perawat

Memahami Peran Strategis Perawat

PerawatPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk tingkat provinsi maupun kabupaten / kota kini sudah di depan mata. Para bakal calon pun terlihat sibuk melakukan sosialisasi agar dikenal oleh masyarakat di daerahnya. Berbagai program mereka sampaikan melalui kegiatan tatap muka langsung maupun menggunakan alat peraga seperti baligo berukuran raksasa. Melalui kedua cara tersebut, mereka berharap masyarakat “sudi” menitipkan nasibnya selama lima tahun ke depan.

Adapun pendidikan dan kesehatan merupakan dua bidang yang paling sering dijadikan “barang dagangan” oleh para politikus untuk meraih simpati publik. Meningkatkan mutu layanan di kedua bidang tersebut seakan menjadi jargon wajib yang digunakan oleh para kandidat untuk meningkatkan elektabilitasnya di mata masyarakat. Dalam konteks ini, setiap kandidat terlihat cukup jeli dalam menangkap hal – hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Meskipun, dalam beberapa kasus sikap teu ngukur ka kujur kerap kali menghinggapi para politikus yang tengah berjuang memperebutkan kursi panas tersebut.

Sayangnya, kemenangan yang berhasil mereka raih itu tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan pendidik maupun tenaga medis yang saat ini tengah berjuang keras dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Sebaliknya, mereka yang tengah mengabdi di kedua bidang tersebut sering kali dijadikan sasaran tembak oleh masyarakat akibat ketidakmampuan kepala daerah terpilih dalam merealisasikan janji – janjinya.

Hari ini kita sering melihat cukup banyak rumah sakit yang mendapatkan komplain dari masyarakat akibat kurangnya maksimalnya pelayanan yang diberikan. Beberapa diantaranya bahkan menjadi buruk citranya akibat adanya pasien yang mengunggah buruknya layanan yang diberikan oleh rumah sakit melalui media sosial. Padahal, baik atau tidaknya pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit maupun para tenaga kesehatan juga ditentukan oleh sejauh mana dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat. Sebagai pemegang regulasi, pemerintah tentunya mempunyai kemampuan untuk meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat apabila memiliki political will yang kuat.

Di lain pihak, belum tercapainya jumlah rasio ideal antara jumlah perawat dengan banyaknya penduduk di setiap daerah menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah dalam melaksanakan program kerja yang tercantum dalam RPJMN 2015 – 2019, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, pada tahun 2016 lalu rasio kebutuhan jumlah perawat secara nasional adalah 87,65 perawat per 100.000 penduduk. Angka tersebut tentunya masih cukup jauh apabila kita ingin mengejar target hingga tahun 2019, yaitu 180 perawat per 100.000 penduduk.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya perawat yang memilih “hijrah” ke negeri lain demi mendapatkan penghargaan secara layak. Beberapa negara maju seperti Jepang dan Amerika memang dikenal “lebih manusiawi” dalam memperlakukan para tenaga kesehatan yang bekerja di negara mereka. Mulai dari pemberian gaji yang sesuai, tunjangan berbasis kinerja, sampai dengan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya disediakan bagi mereka yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalani pekerjaannya. Tak heran apabila negara – negara maju pun menjadi pilihan bagi para perawat untuk berkiprah sekaligus meningkatkan kemampuannya.

Adapun di negeri ini, kita menyaksikan masih ada perawat yang mendapatkan gaji di bawah 500.000 setiap bulannya. Nominal tersebut tentunya tidak sebanding dengan pengabdian yang mereka berikan kepada masyarakat. Setiap perawat harus bekerja ekstra menjaga kondisi kesehatan sang pasien. Di saat harus bekerja shift malam, mereka rela meninggalkan keluarganya di rumah sekalipun terasa berat. Selain itu potensi tertular penyakit dari sang pasien pun kerap kali membayangi mereka yang selalu siap melayani masyarakat tersebut.

Mengingat strategisnya peran perawat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, tak ada pilihan bagi pemerintah pusat maupun daerah selain memberikan perhatian penuh kepada mereka. Memperhatikan kesejahteraan diri dan keluarganya mutlak dilakukan agar perawat dapat menjalankan tugas dengan sebaik – baiknya. Pemerintah harus mampu membuktikan kepada generasi muda bahwa perawat merupakan profesi yang sangat menjanjikan. Dengan demikian, persoalan kekurangan jumlah perawat dapat diatasi dan pelayanan pun dapat diberikan secara lebih maksimal. (Tulisan ini Merupakan Opini Kang Agus Masykur yang dimuat di Koran Pasundan Ekspress Edisi 29 Oktober 2017)

This Post Has Been Viewed 9 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *