Tuesday , October 23 2018
Home / Berita Terbaru / Kebijakan Ekonomi III Jokowi Terasa 2 Bulan Kedepan

Kebijakan Ekonomi III Jokowi Terasa 2 Bulan Kedepan

Agus-Masykur-Rosyadi

 

PKS-Subang.org – Subang, Obsessionnews – Kebijakan Ekonomi III Pesiden Jokowi akan terasa manfaatnya paling cepat 2 bulan ke depan. Point penting dalam Paket Ekonomi seperti penurunan tarif listrik, harga gas dan hold angsuran.

“Itu akan terasa (manfaatnya) paling cepat dua bulan kedepan,” kata Ketua Bidang Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dan Kerjasama Pemerintah Daerah Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI), Ahmad Zaky kepada Obsessionnews, kemarin.

Sedangkan efek penguatan rupiah atas dolar AS, menurut Zaky harus dilihat penyebab pokoknya. Data selama ini, jelas dia, Indonesia importir pangan terbesar, sebaliknya sebagai eksportir bahan baku dasar terbesar.

“Yang diekspor itu bahan baku yang belum diolah. Sedangkan industri di Amerika sendiri saat ini tengah lesu,” terangnya.

Hal ini, lanjut Zaky, akan berdampak pada produksi bahan dasar yang menurutnya sudah mulai lesu. “Saya mendapat informasi ada salah satu tambang batu bara yang dikelola rekannya sudah mulai ada yang ditutup dan pegawainya dirumahkan. Karena berat dalam (ongkos) produksi,” paparnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Subang, Nia Kurniasari menganggap Program Nawa Cita-nya belum berhasil. “Saya rasa (Pemerintah) perlu ngebut membentuk sistem ekonomi yang pro rakyat kecil dan menengah. Terutama pengusaha muda,” katanya.

Mengenai Paket Kebijakan Ekonomi III, tegas Nia, dengan menurunkan tarif dasar listrik dan harga solar secara umum belum terasa. Walaupun diakui itu akan membantu operasional produksi. “Itu akan terasa pada yang skala besar,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang, Agus Masykur Rosyadi, berharap pemerintah Jokowi – JK harus komitmen bersama seluruh elemen dan satu kata dengan kenyataan.

“Jangan sampai pemerintah bilang tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja, pen) tetapi kenyataannya ada PHK. Terus Wakil Presiden bilang tidak akan impor tetapi kenyataannya ada impor,” ujarnya.

Dengan alasan memenuhi kebutuhan pokok pemerintah mengimpor beras dari Vietnam. Akan berdampak pada petani menjadikan harga gabah turun karena impor. “Padahal dulu disuarakan dengan kuat tidak akan mengimpor,” ujarnya.

Dengan situasi seperti ini, khususnya rakyat di daerah menjadi bingung dengan yang dikatakan pemerintah. “Kami di daerah bingung. Pemerintah ingin membangun citra baik terus tetapi dibelakang bertindak sebaliknya,” tambahnya.

Kemudian di sektor ekonomi disebutkankan geliat ekonomi membaik, tetapi kenyataannya rupiah melemah. Walaupun ada penguatan lagi tetapi sempat menembus lebih 14 ribu rupiah.

Mengenai ketenagakerjaan, banyak karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Tetapi disatu satu sisi banyak tenaga asing dari Tiongkok masuk ke dalam negeri. Fakta ini akan menurunkan produktifitas rakyat.

“Kita sangat setuju dengan program ‘Kerja… Kerja…’ tapi rakyat mau kerja di mana? Karena banyak juga tenaga kerja asing yang masuk,” bebernya. [Teddy/amw]

Sumber : obsessionnews.com/kebijakan-ekonomi-iii-jokowi-terasa-2-bulan-kedepan/

This Post Has Been Viewed 108 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *