Home / Berita Terbaru / Jabar-Samsung C&T Sepakat Percepat Pembangunan BIJB dan Kertajati Aerocity

Jabar-Samsung C&T Sepakat Percepat Pembangunan BIJB dan Kertajati Aerocity

gambar_8840

PKS Subang.  Satu lagi tahap penting pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aerocity di Kabupaten Majalengka, Jabar. Hal ini dicapai dalam kunjungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ke Kantor Pusat Samsung Construction & Trading Corp di Seocho-Daero, Seocho-Gu, Seoul, Korea Selatan, Jumat (9/5/2014).

Pertemuan dihadiri Gubernur Jabar dan jajaran, serta Shin Kim (Presiden & CEO Kepala Kantor Samsung Global Strategy, Samsung C&T), Ahmad K. Abdelrazaq (Senior Wakil Presiden Eksekutif, Samsung C&T), dan Young-jun Chang (Wakil Presiden Samsung Global Strategy, Samsung C&T).

Sesuai undangan Samsung C&T kepada Gubernur Jabar, pertemuan tersebut khusus membahas pematangan kerjasama pembangunan BIJB. Pertemuan ini kelanjutan //due diligence// atau proses survei pihak Samsung C&T terhadap proyek BIJB dan Kertajati Aerocity di lokasi.

Usai pertemuan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan, Pemprov Jabar bersama Samsung C&T membahas pendalaman realisasi kerjasama pada proyek BIJB dan Kartajati Aerocity.

“Kita menggali tahapan kerjasama pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat dan fasilitas pendukungnya. Alhamdulillah, pertemuan tadi positif sehingga kita optimis langkah kerjasama dapat segera diwujudkan,” papar Heryawan.

Ditambahkan, pihak Samsung C&T menghendaki agar proyek BIJB dan Kertajati Aerocity benar-benar feasible, bankable, dan acceptable.

Menurut Gubernur yang kerap disapa Aher itu, berbagai penjelasan yang disampaikan pihak Pemprov Jabar semakin menguatkan komitmen kerjasama Samsung C&T. “Pimpinan Samsung tadi menyatakan komitmen kuatnya terhadap bandara kita,” ujar Aher.

Kesepakatan penting yang ditandatangani, Gubernur Heryawan menjelaskan, yakni komitmen Samsung C&T melakukan percepatan realisasi pembangunan BIJB dan Kertajari Aerocity. “Ini yang terpenting, Samsung akan mempercepat dengan segera membentuk konsorsium,” katanya.

Data Direktur Jenderal Perhubungan Udara pada Kementerian Pehubungan, menyebutkan BIJB yang dibandun di atas lahan sekitar 5.000 hektar ini diperkirakan menghabiskan biaya Rp25,4 triliun. Tahapan pembebasan lahan dan pembangunan landasan pacu tengah berjalan.

Sementara itu, jalan tol akses menuju BIJB dimulai pengerjaan konstruksinya sejak 2011. [amw/jabarprov.go.id]

This Post Has Been Viewed 68 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *