Home / Berita PKS / Gubernur Ini Ngantri di Kelas Ekonomi

Gubernur Ini Ngantri di Kelas Ekonomi

collage_20140505132048782

PKS Subang – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, sejak masa kepemimpinannya di Sumatera Barat dikenal tidak pernah menaiki pesawat dengan kelas bisnis walaupun yang dinaiki pesawat Garuda, beliau selalu memesan kelas ekonomi. Hal ini sangat berbeda dengan pejabat lainnya yang sering kali menaiki pesawat kelas Bisnis untuk berpergian menggunakan uang negara.

Kebiasaan Gubernur yang merupakan kader PKS ini mengundang orang-orang ingin mengetahui apakah benar yang dilakukan, apalagi hal ini hampir tidak pernah dipublish di media-media. Tak jarang penumpang lainnya yang mengenal beliau ketika menaiki pesawat memfoto beliau yang terlihat antri atau justru duduk di bangku kelas ekonomi pada sebuah pesawat.

Kali ini beredar di sosial media facebook, foto Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sedang mengantri pengecekan tiket pesawat lion air sebelum menaiki pesawat. Pada foto tersebut tidak jelas keterangan beliau akan terbang kemana, tapi dari buramnya gambar diketahui bahwa pengambilan foto dilakukan dengan menggunakan kamera telepon genggam. Sedangkan pada akun facebook dengan nama Tentang Gubernur Sumbar menyebutkan bahwa foto tersebut diambil Sabtu (3/5) lalu dengan penerbangan menuju Jakarta.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang lebih akrab disapa Kang Aher juga memiliki kebiasaan yang sama seperti rekannya Irwan Parayitno. Pada penerbangan Jakarta-Pontianak, Aher didapati sedang mengantri di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, ketika hendak terbang dalam kunjungan kerja menuju Pontianak dan Maluku Utara pada hari Sabtu (3/5) lalu.

“Tidak ada bedanya terbang dengan kelas ekonomi maupun kelas bisnis”, papar Kang Aher ketika ditanya salah satu penumpang yang ikut mengantri.

Kang Aher juga memaparkan bahwa dengan managemen waktu yang baik, tidak perlu juga masuk ke pesawat dengan protokoler dan jalur khusus sebagaimana layaknya pejabat negara setingkat Gubernur atau Menteri.

“Sudah biasa seperti ini. Malah bagus bisa berbaur dan ngobrol dengan masyarakat. Tidak perlu lah protokoler khusus dan kelas khusus (bisnis).” pungkasnya. [amw/dm/hs/pksciktim.org/pkssumut.or.id] 

This Post Has Been Viewed 55 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *