Wednesday , March 20 2019
Home / Berita Terbaru / Dokter Tolak Kriminalisasi, DPRD Subang Minta RSUD Hapus Komersialisasi

Dokter Tolak Kriminalisasi, DPRD Subang Minta RSUD Hapus Komersialisasi

TINJAU SUBANG- Hari ini dokter se-Indonesia dikabarkan menggelar aksi solidaritas i terhadap dr. Dewa Ayu Sasiary Prawarni Sp.OG Cs yang divonis 10 bulan dengan tudingan malpraktek di Rumah Sakit Prof Kandouw, Manado, pada 2010 lalu.

di RSUD Subang, mereka memasang spanduk “Tolak Kriminalisasi Dokter. Tidak hanya itu, sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan seprofesinya, IDI Subang menyatakan poliklinik se-Kabupaten Subang tutup alias tidak melayani pasien.

“Kalau dibilang mogok, ya kita sebenarnya nggak mogok, hanya saja untuk pelayanan poliklinik atau berobat jalan, untuk sehari ini kita tutup. Pokonya semua baik di puskesmas atau di rumah sakit,” kata Eka Mulyana kepada TINTAHIJAU.com, Rabu (27/11/2013).

Di tengah aksi penolakan kriminalisasi dokter, dari gedung DPRD, Ketua Komisi D (Bidang Pendidikan dan Kesehatan) Sugianto menyatakan RSUD bersuara berbeda. Sugianto menegaskan, Rumah Sakit milik Daerah itu harus menghapus kesan komersialisasi yang sering dikeluhkan masyarakat. Tidak hanya soal itu, Sugianto menegaskan BRSUD harus mampu menunjukan pelayanan maksimal kepada pasien.

“Ke depan kesan tentang komersialisasi dari masyarakat harus mulai ditiadakan dengan pelayanan yang prima dan maksimal, insya allah masyarakat tidak akan mempersoalkan biaya selama pelayanannya jauh lebih baik,”jelas politisi PKS itu.

Terkait aksi solidaritas, yang mengakibatkan pelayanan di Poliklinik tutup sehari ini, Sugianto menandaskan pihaknya memahami dengan persoalan hukum yang menimpa dokter di daerah Manado. Hanya saja, ia mengingatkan sisi kemanusiaan harus menjadi prioritas utama ketimbang masalah solidaritas.

“Komisi D memahami betul apa yg dirasakan oleh dokter sebagai wujud kepedulian terhadap teman sejawat mereka yang terkena kasus hukum, sehingga hari ini hampir semua dokter tidak melakukan praktek. Tapi mohon juga disikapi oleh dokter (yang PNS) terutama secara bijak, apa  ampak yang akan terjadi jika masyarakat dalam kondisi darurat hendak berobat tapi dokternya gak ada? ada sisi kemanusiaan lain lagi yang juga perlu diperhatikan,” tandasnya. [annas nashrullah l @jejakAnnas]

sumber : http://www.tintahijau.com/pemerintah/51-parlemen/5331-dokter-tolak-kriminalisasi-dprd-subang-minta-rsud-hapus-komersialisasi

This Post Has Been Viewed 52 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *