Tuesday , October 23 2018
Home / Berita Terbaru / Aktualisai Pengurbanan

Aktualisai Pengurbanan

pengorbanan
diambil dari kontra24.org

Oleh Abdullah Muadz

PKS-Subang.org – Secara Bahasa Qurban berasal dari Kata: Qoruba Yaqrubu Qurban Qurbaanan  artinya : “dekat”
Qorroba Yuqorribu Taqriiban artinya  :   “mendekatkan”

Secara Istilah
“Taqorrub” Artinya :  Berupaya mendekatkan diri  kepada Allah SWT dengan berbagai uslub dan wasilahnya.( Cara dan Sarananya )

Secara Syar’i :
Tidak di kenal isitilah Qurban dalam arti prosesi ritual, yang ada istilah “Udhiyyah” (Penyemblihan) . Biasanya di Indonesia istilah Qurban dikaitkan dengan Penyembelihan ( Udhiyyah ) hewan yang ditetapkan dalam rangka “mendekatkan” diri kita kepada Allah SWT seperti yang pernah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. Jadi Istilah Qurban Khas milik budaya Indonesia, bukan istilah resmi dalam Syari’ah, yang menggunakan istilah Udhhiyyah.

Urgensi Pengorbanan

Allah SWT telah begitu banyak memberikan nikmatnya yang terbaik untuk kita. Maka sangat wajar jika kitapun bisa memberikan yang terbaik dari apa yang kita milliki untuk Allah SWT.  Bahwa Surga itu nikmat yang paling besar Pantaskah kita tebus dengan harga yang murah. Setiap kenikmatan diperoleh dengan perjuangan dan setiap perjuangan harus ada
pengorbanan. Besar kecil pengorbanan dalam perjuangan biasanya berbanding lurus dengan besar kicilnya kenikmatan yang akan kita peroleh.

Cerita para Nabi dan Rasul adalah cerita “Perjuangan, pergulatan, pertempuran, ujian, cobaan, tantangan, hambatan, rintangan yang silih berganti, bertubi-tubi, tak pernah berhenti menimpa diri Nabi.  Jika kita mengaku penerus perjuangannya, maka ambilah warisan itu semuanya. Ketika cinta sudah memuncak, maka pengorbanan itu sendiri yang menjadi puncak kebahagiaannya.  Tanpa disuruh apalagi dipaksa dengan senang hati dan sepontan Kita akan mengorbankan apa saja demi Sang Kekasih yang kita Cintai.

Para pembela kebathilan ternyata juga telah banyak berkorban, untuk mencari pengikut dan menjerumuskan manusia ke neraka, Maka kekuatan pengorbanan mereka harus diimbangi oleh kekuatan pengorbanan para penyeru kebenaran yang ingin mengajak manusia ke Syurga.
Bentuk-Bentuk Pengorbanan

  • Korban perasaaan
  • Korban pemikiran
  • Korban tenaga
  • Korban waktu
  • Korban keterampilan
  • Korban harta
  • Korban jiwa, dan lain-lain.

 

Sayrat-syarat Pengorbanan
Sesuatu yang kita berikan adalah yang terbaik ( tidak cacat ) Niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT Ada nilai kontribusi untuk da’wah dan perjuangan.
Aktualisasi Pengorbanan
Saat ini kita sedang mehadapi, krisis multidemensi
a. Krisis Aqidah
b. Krisis Ibadah
c. Krisis Akhlaq
d. Krisis Sosial
e. Krisis Ekonomi
f. Krisis Politik, dll

Ditambah dengan Musibah yang terus-menerus, Bencana alam berupa gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, kebakaran, dan lain-lain. Bencana sosial, kemiskinan, kelaparan, penyakit menular, dll. Kecelakaan beruntun, pesawat terbang, kereta api, lalu lintas. Rekayasa global dan kekuatan Asing beserta sekutuya untuk Menghancurkan Indonesia. (Pengakuan Jhon Perkin) Suntikan Dana dan Persenjataan untuk Kaum Separatis

Negara yang sedang krisis seperti ini tentu saja membutuhkan keseriusan, kecerdasan, keinginan yang kuat, perjuangan serta pengorbanan dari kita semua. Tidak mungkin diseselaikan dengan lomba makan krupuk, balap karung, gigit duit di semangka dan lain-lain. Tidak mungkin diselesaikan dengan tembang kenangan, tari perut, dangdut murahan, goyang puser india dan lain-lain. Tidak mungkin diselesaikan teledrama, telenovela, telenogila, telenoglamor, telehedonis, telepon seks dan sebagainya. Tidak mungkin diselesaikan dengan lomba karouke, poco-poco, jaipongan dan sebagainya.
Tidak mungkin diselesaikan dengan gonjrang-ganjreng disamping warteg, dipinggir got, pos hansip dan pos-pos yang lainnya. Tidak mungkin diselesaikan dengan mengundang F4 dan group- group musik lainnya. Tidak mungkin diselesaikan oleh narkoba, minuman keras, judi, pornograpi, trek-trekan, gila-gilaan, pesta seks dan lain-lain. Tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pejabat yang sering studi banding, membandingkan para pelacur, gadis pemijat, sauna dan fasilitas hotel diberbagai daerah. Tidak mungkin diselesaikan oleh pejabat ( mohon maaf..! ) yang bermental anjing dan babi seperti para penimbun RASKIN ( mungkin yang paling pantas pejabat yang model begini digantung saja ) Tidak mungkin diselesaikan oleh petugas keamanan yang juga ikut bermain atau sebagai pembacking.
Tidak mungkin diselesaikan oleh para jaksa yang embahnya jaksa gembong mafia. Tidak mungkin diselesaikan oleh para politikus yang kerjanya cuma grogotin kekayaan negara. Tidak mungkin diselesaikan oleh menteri yang kerjanya tukang obral kekayaan negara.
Tidak mungkin diselesaikan oleh para pejabat yang tidak punya malu dan sulit mengakui kesalahan walau sudah divonis. Disamping Ibadah Ritual Udh-hiyyah yang kita lakukan, yaitu penyembeliha hewah, tak kalah pentingnya Pengorbanan yang paling aktual saat ini adalah marilah kita “serius “ dalam menghadapi berbagai persoalan, Tancapkan visi dan misi hidup ini, Luruskan orientasi hidup ini. Tanamkan motivasi dalam diri. Penuhi bahan bakar dengan Keimanan yang benar Berani mengevaluasi walaupun terhadap diri sendiri.
Syukur sebagai Hasil Akhir

  • Kewajiban Husnuszhon kepada semua ketetapan Allah SWT.
  •  Keberhasilan adalah ujian lebih berat.
  •  Kegagalan adalah batu loncatan tangga untuk mencapai sukses.
  •  Kerugian materi adalah Biaya PKL/KKN seperti dalam kuliyah.
  •  Musibah demi musibah menjadi proses Penempaan Jiwa dan
  •  Pembinaan Mental, sehingga semakin kokoh, tegar dan matang.
  •  Cerita para Nabi dan Rasul, Shahabat dan Tabi’in, Ulama, Mujaddid, Mujahid serta Reformis dan Reformer adalah cerita Pergulatan, Pertempuran, Ujian, Cobaan, Tantangan serta
  • Hambatan dan rintangan, silih berganti bertubi-tubi tak pernah berhenti menimpa dan menempa sehingga menjadi manusia unggul.[amw]

 

abdullah muadz

 

 

 

 

 

Abdullah Muadz

Mudzir Asyifa Al-Khairiyah Subang

Ketua Dewan Pembina Pesantren Al-Qur’an Ma’rifatussalam Subang

 

 

 

This Post Has Been Viewed 64 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *